Senin, 02 Mei 2011

guru adalah pendidik


Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889, yang juga dijadikan sebagai hari pendidikan nasional. Beliau adalah Bapak Pendidikan Indonesia. Yang terkenal dengan semboyannya Tut Wuri Handayani, atau aslinya “ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”. Makna dari kalimat tersebut adalah : di depan seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik; di tengah atau diantara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide; dibelakang, guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan”. Hari pendidikan pasti berhubungan dengan guru, mungkin untuk para guru harus memahami atau lebih tepatnya mendalami dari semboyan diatas. Karena guru yang baik bukanlah hanya seorang pengajar tapi juga pendidik, yang bisa menjadi panutan dan teman bagi murid-muridnya.
Aku teringat cerita temanku beberapa waktu lalu, ia seorang guru di daerah sekitar perbatasan Kalimantan. Ia adalah orang yang cerdas, teguh pendirian, selalu ingin belajar, dan ketika ia berhasil mengajar dan berprofesi sebagai guru, ia bercita-cita untuk membuat pintar murid-muridnya, dengan perilaku jujur dan berguna untuk dirinya dan orang lain, cita-cita yang mulia. Tapi ada beberapa oknum yang berstatus sebagai pengajar tidak memberikan contoh yang baik kepada muridnya dan berbuat tidak jujur hanya demi hasil di atas kertas bagi murid-muridnya. Aku menjadi orang yang sok bijak, aku berusaha meyakinkan dia, bahwa seseorang harus mencintai profesinya, maka dengan demikian akan terwujud impiannya. Adapun ketika ia menjadi seorang guru, maka wajiblah ia menjadi seorang pendidik yang baik, yang bisa memberikan jalan bagi muridnya biar bermakna bagi masa depan pribadinya dan yang pasti akan berdampak baik bagi lingkungannya. Semoga pendidikan semakin adil disetiap pelosok negeri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar